Seleksi Indonesia Mengajar (Part 1)

Setahun Mengajar Seumur hidup menginspirasi

Begitulah tagline program Indonesia Mengajar saat pertama kali program tersebut mencuat ke permukaan. Penasaran, saya lalu mencari info mengenai program yang digagas oleh Bapak Anies Baswedan ini. Sampai akhirnya berhasil menemukan website dan surat terbuka oleh Pak Anies di disini. Saya terkesima dan sejak itu berniat untuk mendaftarkan diri. Namun, baru 2 tahun setelah lulus kuliah saya baru bisa benar benar mengikuti tahap seleksi.

Saya dengar dari berbagai sumber bahwa, test Indonesia Mengajar (IM) ini cukup ketat karena peminatnya banyak. Untuk satu periode, yang mendaftar bisa mencapai 10.000 orang namun yang pada akhirnya terpilih hanya puluhan peserta saja. Agak jiper dari awal sih sebenarnya. Tapi toh, masih mending nyoba daripada engga sama sekali kan ya. Dan saya akhirnya mencoba peruntungan di awal tahun 2016.

Seleksi pertama yang harus ditaklukkan adalah seleksi berkas. Seingat saya jarak dari pertama kali aplikasi dibuka sampai batas pengiriman berkas cukup lama ya. Ga mepet banget. Enaknya lagi, semua berkas atau pertanyaan cukup disubmit secara online via website. Tentu saja harus buat akun dan log in dulu.

Satu hal: Siap siap semedi ya kalau udah berhasil masuk ke aplikasi nya ^,^. Ada banyak essay singkat yang harus diisi (maksimal 250 kata) dan beberapa pengalaman mengenai aktivitas organisasi, voluntary atau kerja. Buat yang mau tau pertanyaan essay nya, silahkan ceki ceki poin poin dibawah ini:

  • Apa motivasi Anda bergabung menjadi Pengajar Muda Indonesia Mengajar?
  • Ceritakan pengalaman Anda ketika berada dalam situasi yang bertentangan dengan nilai/prinsip yang Anda yakini dan bagaimana Anda mengatasinya !
  • Ceritakan pengalaman Anda ketika berada dalam lingkungan/kondisi yang terbatas/tidak menguntungkan dan bagaimana Anda menghadapinya ?
  • Ceritakan pengalaman Anda dalam melakukan suatu perubahan di organisasi/lingkungan! Bagaimana Anda melakukan hal tersebut dan apa dampak dari tindakan tersebut ?
  • Ceritakan situasi ketika Anda menemukan dan menyelesaikan suatu masalah di organisasi/ lingkungan, dimana Anda tidak menunggu orang lain untuk menyelesaikannya !
  • Ceritakan pengalaman Anda dalam meyakinkan orang yang kedudukannya lebih tinggi dari Anda untuk mendapatkan dukungan atas sebuah ide atau inisiatif.
  • Ceritakan pengalaman Anda mengatasi kesulitan yang muncul dalam mencapai kesepakatan ketika bekerja sama dengan rekan kerja, anggota kelompok, atau orang lain !
  • Ceritakan kegagalan terbesar Anda, baik dalam kompetisi dengan orang lain maupun suatu pekerjaan. Bagaimana situasinya dan bagaimana Anda mengatasi kegagalan tersebut ?
  • Sebutkan hal-hal yang mungkin menghalangi Anda untuk menjadi Pengajar Muda jika Anda diterima? Bagaimana Anda mengatasinya?
  • Ceritakan kepada kami hal lain yang Anda ingin sampaikan tentang diri Anda.

 

Kalau kamu jago nulis atau berasal dari background journalist atau sastra, lucky you. Pembendaharaan kata kamu pasti banyak dan kamu tau cara membuat essay terlihat menarik. Namun, jangan khawatir buat newbie newbie di bidang ini. Saya pun juga ga jago nulis, bahkan tulisan saya cenderung acak kadut. Tapi kala itu saya mempersiapkan jauh jauh hari essay nya dari H-20 hari dan Alhamdulillah lulus di seleksi ini.

Hal yang saya lakukan untuk mempersiapkan essay adalah:

  1. Take time to analyse the question and list possible answer.
    Ini penting banget menurut saya karena hampir seluruh pertanyaan bersifat subjektif. Kadang ada beberapa opsi jawaban untuk satu jenis pertanyaan. Saya dulu cukup mencatat beberapa opsi jawaban di kertas (bisa juga diketik) dan memikirkan kemungkinan penjelasan dari tiap opsi. Ingat, karena ini masih brainstorming, kamu ga perlu langsung membuat essay tapi cukup bikin note kecil atau bullet point. Setelah semua opsi selesai, kamu tinggal memilih mana yang paling baik untuk ditulis sebagai essay.

    Kalau kebetulah pilihan nya terbatas atau cuma 1, ya berarti bisa langsung di proceed ke essay.

    Kalau menurut saya, elemen penting yang akan dipertimbangkan adalah adalah: organisation, social activity, leadership skill, problem solving. Jadi, alangkah bagusnya kalau pengalaman kamu berkaitan dengan hal-hal ini. Saran juga, jangan gunakan satu pengalaman terus terusan di banyak soal. Diversity pengalaman yang tercermin di essay menunjukkan kamu adalah seorang yang aktif dan dinamis.

  2. Be honest
    Fyi, semua pertanyaan essay akan keluar di seleksi wawancara (tahap 2). Jadi tulis jawaban sejujur mungkin dan senatural mungkin tanpa harus terlihat berlebihan dan lebay. Jawaban yang tidak jujur akan merugikan kita di tahap selanjutnya.
    .
  3. Format essay WHR (WHAT HOW RESULT)
    What, How, Result selalu saya praktikan dalam essay-essay yang saya tulis. What mencakup pengalaman/kasus yang ditanyakan, How menjelaskan bagaimana kita mencoba menyelesaikan masalah tersebut, dan Result menunjukkan progress atau accomplisment yang kita capai. Biasanya saya selalu breakdown essay saya dalam bentuk minimal 3 paragraf.
    .
  4. Start writing
    Stuck dan bingung mau nulis emang hal yang pasti dialami semua orang. Walaupun udah bikin format WHR tetap aja masih kagok karena takut essay kita terkesan dull dan boring. Saya pun juga begitu. Tapi menjelang deadline, saya akhirnya langsung nekat ngetik jawaban tanpa peduli jumlah karakter, struktur atau pembendaharaan kata. Yang penting semua ide di kepala saya tersampaikan. Dan emang, berhasil bikin first draft bikin perasaan jadi supeeer plong karena tau essay-nya hanya tinggal dipoles dan diedit. Beda jauh saat kolom jawaban masih kosong pasti 😛
    .
  5. Be consice yet detail
    Agak paradoxial ya?hehe. Maksudnya, saya berikan posi singkat padat jelas untuk mendeskripsikan  masalah/kasus yang saya hadapi. I didn’t waste my time to add minor information in that part. Namun ketika saya menjelaskan cara menghadapi atau apa yang sudah saya lakukan, saya akan mencoba memberikan informasi yang detail dan runut supaya pihak penyeleksi benar benar memahami effort yang sudah saya lakukan. Terakhir, untuk result, saya juga menjelaskan secara concise dan to the point walaupun masih kadang bisa lebih detail dari deskripsi masalah.

    Mengapa begitu? karena jumlah huruf dibatasi. Oleh karena itu jika essay yang kita berikan berlebih, saya memilih untuk membuatnya lebih singkat di bagian deskripsi masalah atau hasil, tergantung mana yang paling feasible.

    Ohya, ga semua essay yang saya tulis bisa mencapai 250 kata kok, kadang ada yang udah mentok di jumlah kata segitu dan ga bisa ditambahin apa apa lagi. Kalau itu, saya biarkan aja 😀

  6. Revise
    Setelah beban menumpahkan ide selesai, sampai ke proses revising yang tak kalah pentingnya. Disini saya banyak membaca tulisan atau essay orang-orang mengenai pengalaman sosial yang cukup bagus dan menginspirasi. Lalu saya sedia KBBI untuk mencari sinonim dan antonim (untuk menghindari redundant/pengulangan), cek struktur kalimat (sudah jelas dibaca atau masih “wagu”), cek spelling (jangan sampai ada typo), cek punctuation (huruf kapital, titik, koma), dan terakhir menambahkan sedikit elemen bahasa supaya essay lebih menarik dan eye-catching (peribahasa, istilah, majas dll – namun in proper manner saja).
    .
  7. Submit dan berdoa
    Submit beberapa hari sebelum deadline. Saya punya pengalaman mengirim berkas online disuatu seleksi. Jaringannya error karena banyak yang juga mengirim berkas di waktu deadline. Daripada, beresiko membuat aplikasimu gagal karena telat submit dan membuat usahamu jadi sia sia, mending dikirim 2-3 hari sebelumnya paling lambat.

    Jangan lupa berdoa, karena ikhtiar yang baik melibatkan usaha dan doa yang sama kencangnya. Dan nothing is impossible kalau Allah sudah mengabulkan. 🙂

 

Alhamdulillah usaha ini dapat menuntun saya untuk dapat bergabung ke 217 kandidat yang lolos seleksi berkas dari 9.832 aplikasi yang masuk

Semoga yang berniat mulai menyiapkan aplikasi berkas pada program IM selanjutnya bisa diberi kesempatan lulus juga. Amin.

ZAHRA ^,^