Ngurus E-paspor gampang kok! (via Kantor Imigrasi Jakarta Pusat)

Postingan ini hanya sekedar sharing pengalaman saya membuat e-passpor. Take a deep breath dan read slowly karena cukup panjang. Semoga bermanfaat ya ūüôā

————

Karena sudah deket-deket bulan Maret untuk keberangkatan liburan ke Negeri Sakura, saya mulai kepikiran untuk mempersiapkan dokumen penting yang harus diurus di masa cuti saya dari desember sampai awal januari. Salah satunya adalah visa kunjungan ke Jepang.

Setelah browsing dan modal nanya ke orang-orang, saya jadi tahu bahwa sebenarnya mulai Desember 2014, Jepang sudah memberlakukan bebas visa kunjungan ke Jepang bagi pemilik e-passport (paspor elektronik). Disinilah kegalauan saya timbul (halah): antara mengurus visa Jepang biasa atau visa waiver via paspor elektronik. Setelah menimbang nimbang banyak hal, akhirnya saya memilih opsi kedua karena:

  • Bebas dari keribetan urusan visa
    Saya baca sekilas bahwa untuk mengurus visa Jepang dibutuhkan dokumen pendukung seperti itinerary, print tiket pesawat, bukti hotel yang sudah di booked dll.

    Masalahnya, saya bahkan belum menyiapkan akomodasi apapapun ke Jepangnya. Jadi,¬†there’s no way saya bisa daftar visa dalam masa cuti saya yang akan habis Januari awal ini soalnya masalah akomodasi dkk baru akan saya diskusikan dengan teman teman nanti bulan Januari tengah.

    Bandingkan dengan visa waiver via e-passport yang tidak memerlukan dokumen-dokumen tersebut. Belum lagi ada kemungkinan visa nantinya ditolak. Oleh karena itu jelas opsi e-passport yang saya ambil.

  • I admit it, e-passport is way more cooler than usual passport
    Tentu saja bukan physically cooler, hehe. Tapi lebih ke additional feature dan advantage yang didapat. E-paspor sangat sulit untuk dipalsukan karena memiliki chip yang menyimpan data biometrik si pemilik paspor dan tertanam di dalam paspor tersebut sehingga practically lebih aman dibandingkan paspor biasa. Walaupun sebenernya siapa juga yang akan mau menyamar atau menyalahgunakan paspor saya :p.

    Kerennya lagi, kita tidak perlu antri lagi di pintu pemeriksaan imigrasi bandara (khususnya di Jakarta dan Bali), karena ada auto-gate untuk menscan e-paspor. Jadi kita tidak perlu melewati proses pemeriksaan manual dari petugas bandara Indonesia. This truly saves the time in immigration post for anyone who spends a lot of times going abroad. 

  • Buat yang sudah ada paspor lama, tidak perlu menunggu sampai masa berlakunya habis
    Real case nya saya sendiri kok. Saya baru saja memperpanjang paspor biasa di awal tahun 2015 untuk berlaku sampai tahun 2020, tapi tetap masih bisa mengajukan permohonan e-paspor. Jatuhnya seperti buat baru nantinya, bukan memperpanjang paspor. Jadi ga perlu menunggu paspor sampai 6 bulan sebelum masa berlaku usai.
    .
  • Semoga ga cuma Jepang yang memberlakukan bebas visa untuk pengguna e-paspor
    Yang ini mah masih sebatas angan angan aja sih. Tapi who knows kan beberapa tahun mendatang negara seperti Korea, Hongkong dkk menyusul seperti Jepang. Amiin ūüôā

Meski begitu, things always have two sides. Maka perlu dipertimbangkan beberapa hal berikut jika ingin mengurus e-paspor:

  • Biayanya lebih mahal
    Biaya visa single entry 320,000 rupiah sedangkan e-paspor sendiri dibandrol dengan biaya 655,000 rupiah. Bedanya 2 kali lipat. Cukup gempor sih buat yang berencana berangkat sekeluarga atau banyak orang sekaligus.

    Untuk multiple entry mirip mirip sih sebenarnya. Soalnya biaya visa wisata berkali kali ke jepang adalah 640,000. Hanya beda 15 ribu rupiah dengan e-paspor. Hanya saja memang visa multiple entry memiliki masa berlaku yang lebih panjang dari e-paspor (s/d 5 tahun vs 3 tahun) dan masa kunjungan yang lebih lama (yakni 30 hari vs 15 hari).
    .

  • Tetap harus datang ke kedutaan Jepang
    Salah yang menganggap bahwa kita tidak perlu lagi datang ke embassy Japan lagi setelah e-paspor selesai. Karena disanalah nantinya kita akan mendapatkan cap visa waiver. Untungnya proses mendapatkan cap visa waiver jauh lebih singkat dan cepat dari visa biasa, hanya 2 hari kerja.
    .
  • Hanya bisa diurus di kantor imigrasi tertentu
    Buat warga non Jakarta, Batam dan Surabaya, sing sabar karena mengurus e-paspor hanya bisa di tempat-tempat yang di state di bawah ini:
    :

    paspor e

    sumber: disini

    *huhuhu ūüė•

  • Berat di ongkos! (*)
    Seperti yang saya state sebelumnya, mengurus e-paspor harus dilakukan di kantor kota tertentu. Tentu saja hal ini sangat memakan biaya bagi yang tinggal di daerah. Jangan lupakan juga bahwa saat mengambil visa pun (apapun bentuk visa nya, mau waiver atau mengurus visa biasa), kita harus datang ke kedutaan besar Jepang yang juga hanya terbatas di beberapa kota di Indonesia.Mana lagi kita ga bisa sembarangan datang ke kedutaan besar Jepang di Jakarta kalau KTP kita daerah yang jauh seperti: Sumatera Utara, Kalimantan, atau bahkan Papua misalnya.

    Setiap kantor kedutaan hanya mewakili yurisdiksi (wilayah) tertentu. Contohnya untuk saya yang KTP Aceh, saya harus mendaftarkan visa waiver ke embassy Jepang di Medan, bukan Jakarta. Jadi sebenernya urusan visa waiver ini, saya cukup banyak merogoh ongkos perjalanan: dari Aceh РJakarta (untuk e-paspor) Рterakhir visa waiver di medan. Untungnya saya memang juga ada keperluan lain ke Jakarta dan Medan, jadinya sekalian.

    Oleh karena itu,¬†harus dipikir matang-matang untuk kalian¬†yang tinggal di daerah kalau ingin mengurus visa waiver ya ūüôā

    Untuk detail lokasi kantor Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Rayon nya, bisa dilihat di link ini

Apa Saja Dokumen Persiapan E-passpor?

Yang wajib untuk orang dewasa:

  • KTP
    Asli dan fotokopiannya (harus dalam A4! Tidak boleh dipotong, Jangan bolak balik). Seperti format dibawah ini
    KTP format untuk paspor
  • Kartu Keluarga
    Asli dan Fotokopi (Kertas A4 only)
  • Akte Kelahiran
    Asli dan Fotokopi (Kertas A4 only)
  • Bagi yang baru bikin passpor, jangan lupa membeli¬†surat pernyataan “belum memiliki passpor” yang ditandatangani pada materai. Belinya di koperasi di Kantor imigrasi persis kok.

    keterangan belum ada paspor

    surat pernyataan

  • Paspor lama (bagi yang sudah punya sebelumnya)
    Asli dan Fotokopi (Kertas A4 only, jangan dipotong dan bolak balik: formatnya sama dengan KTP yaa)
  • Buat yang sudah punya paspor biasa tapi belum habis masa berlakunya (masih 6 bulan lagi atau lebih saat mau mendaftar e-paspor), harus menyertakan pula surat keterangan mengapa ingin mengganti paspor biasa ke e-paspor. Sayangnya format surat keterangan ini tidak disediakan/dijual di koperasi, sehingga kita menulis¬†tangan sendiri di kertas A4 menggunakan pulpen warna hitam dan ditandatangani diatas materai 6000. (materai dijual¬†di koperasi)
    Waktu itu sih saya alasannya simpel saja. Supaya bebas visa untuk ke Jepang. Alhamdulillah tidak ada masalah.

Dokumen yang sifatnya opsional tapi direkomendasikan:

  • Ijazah
  • Surat rekomendasi Atasan jika sudah bekerja
  • Kartu Mahasiswa jika masih bersekolah

Jujur, saya tidak membawa semua dokumen opsional tersebut dan tetap bisa mengurus e-paspor, meski sempat ditanya petugasnya sih. Kalau memang ada dibawa saja lebih baik ūüôā

Lebih jelas mengenai persyaratan, bisa dibaca disini

Proses mengurus E-Passport dan Tips ‘n Trik nya

  1. Update sampai hari ini (7 Jan 2016) : Mengurus E-paspor harus dengan cara walk in! Jadi kita tidak bisa mendaftar lewat online terlebih dahulu. Kalau kita ingin menggunakan jasa calo atau travel agent, kita juga tetap harus datang untuk proses wawancara, foto dan pengambilan sidik jari.
    .
  2. Datang Pagi-pagi buta. Ini serius. Kuota paspor (baik biasa maupun e-passport) untuk pemohon walk in hanya dibatasi 100 orang saja per harinya. Ga heran orang-orang sudah pada berjejer menunggu di depan kantor imigrasi dari sebelum subuh. Saya datang di tanggal 28 Desember 2015 kemarin yang notabene warga jakarta sedang pada liburan. Tetap rame tuh. Datang jam 4 saja sudah ada 7 orang yang menunggu disana. Apalagi jam 5: sudah sumpek.

    jam 4

    Sudah ada orang ketika saya datang pukul 4 pagi ^^

  3. Keluarkan pulpen dan kertas kosong
    Supaya fair antriannya pada saat pintu gerbang dibuka jam 6 pagi nanti dan tidak ada drama serobot menyerobot antrian, penting sekali untuk membuat aturan bagi sesama pemohon yang sudah datang. Caranya keluarkan kertas, lalu tulis nama lengkap pemohon yang pertama kali sampai ke kantor dari nomor urut 1 sampai dengan seterusnya bagi pengunjung yang baru datang.
    Jangan lupa ingatkan pemohon yang baru datang untuk mengisi absensi tersebut supaya masuk ke dalam antrian nantinya.
    Yang saya senangi ketika saya kesana, semua orang benar benar menghargai budaya antri dan tidak ragu menyapa pengunjung yang baru datang dengan kebingungan agar mereka mengisi absensi.

    Sampai disini, lumayan ada waktu 2 jam kurang untuk shalat subuh, ngemil, ngobrol dengan yang lain, atau tidur. Bawa obat nyamuk atau pakai pakaian tertutup karena banyak nyamuk disana. *pengalaman ga enak soalnya*

  4. Antri selanjutnya di halaman sampai gerbang kantor
    Siap-siap menjelang pukul 6 pagi karena pengunjung akan berbaris mengantri di depan gerbang. Nantinya akan ada petugas dari pihak imigrasi yang mengurutkan antrian dalam barisan sesuai dengan absensi yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Makanya, ga rugi kok datang cepat ūüôā

    Penting untuk diingat: Kenakan pakaian rapi dan sopan. Pakai kemeja, celana panjang dan sepatu untuk pria dan baju sopan untuk wanita. Jangan coba-coba kenakan celana pendek/rok pendek dan sandal kesana, atau antrian dari pagi kita akan sia sia karena petugasnya akan menyuruh kita pulang.

    Tips: Pisahkan dokumen Asli dan Fotokopi dalam map yang terpisah. Hal ini hanya untuk memudahkan saja sebenarnya. Pada saat antri di gerbang/halaman kantor, kita akan memperlihatkan dokumen asli kita ke petugas satpam terlebih dahulu. Setelah itu kita diberikan nomor antrian berbentuk badge untuk antrian selanjutnya di dalam ruang tunggu kantor Imigrasi. Antriannya tetap ngurut kok. Lagi lagi yang datang cepat akan mendapatkan antrian yang cepat, hehe

  5. Antri lagi yuk!
    Setelah masuk ke dalam ruang tunggu di lantai 1, duduk di bangku yang telah disediakan. Jangan lupa dengarkan panggilan antrian baik baik oleh petugas imigrasi di lantai 1.

    Pada saat nomor antrian kita dipanggil, bawa semua dokumen yang telah disiapkan (baik asli maupun fotokopi) ke petugasnya. Mbak nya akan mengecheck seluruh dokumen apakah sudah sesuai dengan persyaratan dan kriteria.

    Biasanya dalam proses ini, akan ada orang orang yang tidak memperhatikan bahwa harus menyiapkan fotokopi di kertas A4, salah format KTP, belum ada surat keterangan dll. Mbak-mbak petugas pasti akan meminta menyiapkan kembali dokumen yang kurang dan meminta menyusul antrian lagi. Maka dari itu jangan sampai salah ya, karena sangat menyusahkan untuk mengulang antrian lagi.

    Namun jangan panik jika sudah terjadi karena  dekat kantor imigrasi ada koperasi yang menyediakan layanan fotokopi, materai, jual surat pernyataan, alat tulis dkk.

  6. Pengisian Data diri
    Setelah lolos pengecekan dokumen, petugas akan memberikan Map yang berisi: dokumen fotokopian kita yang akan diserahkan ke petugas wawancara nanti (KK, KTP, dll) dan formulir isian data diri! Isilah form tersebut dengan teliti agar tidak ada kesalahan yang merugikan kita nantinya. Semua petunjuk sudah tertera jelas disana asal kita mau memperhatikannya dengan baik ūüôā
    Isi form tersebut dengan tinta hitam (wajib). Jangan gunakan tinta biru, apalagi tinta warna warni hehe

    map

    Map yang akan diberikan petugas. Source : blog ini

    Di Map tersebut juga ada nomor antrian kita untuk proses wawancara dan foto.

    PS: Dokumen asli kita akan diserahkan balik ke kita (bukan dilampirkan ke map). Hati hati dengan dokumen tersebut. Langsung dirapikan saja di dalam tas atau map lainnya. Jangan sampai hilang karena sedang ribet dengan map dari imigrasi ūüėÄ

  7. Antrian Wawancara dan Foto diri
    Setelah selesai mengisi data diri, langsung saja naik ke lantai 2 untuk proses antrian wawancara dan foto dengan membawa serta seluruh bawaan dan map yang akan ditujukan ke petugas disana.

    Antrian tersebut akan dimulai pukul 8.00. No ngaret no delay.
    Untuk yang mendapatkan antrian cepat, segera bersiap siap karena kalau terlewat sedikit saja, maka proses wawancara akan dianggap hangus dan langsung diganti dengan antrian selanjutnya. (Stay still dan lupakan dulu lenggang kangkung kemana mananya daripada berabe nantinya).  Wawancara dan foto dilakukan di ruang khusus di lantai 2

    Ohya, disana akan ada layar yang menunjukkan nomor antrian yang dipanggil dan konter yang harus didatangi nomor antrian tersebut.
    Sekedar informasi:
    – 3 digit terakhir menunjukkan urutan antrian kita
    Р1 digit depan menunjukkan pembagian berikut: a.) 1 untuk golongan lansia dan prioritas; b.) 2 untuk pemohon walk-in; c.) 3 untuk pemohon online

    layar

    layar yang menunjukkan nomor antrian

    Setelah dipanggil dan masuk ruangan, barulah dilakukan proses wawancara, verifikasi sidik jari dan foto di satu tempat yang bersamaan. Karena sistemnya OSS (One Stop Service), maka keseluruh proses ini hanya membutuhkan waktu 7-12 menit saja per orangnya.  Petugasnya ramah dan welcome. Alhamdulillah proses nya sangat mudah tanpa hambatan sama sekali, kecuali agak lama di pengambilan sidik jari karena kondisi tangan saya yang selalu berkeringat. Untuk foto, sebaiknya jangan pakai pakaian berwarna putih karena background foto berwarna putih juga.

  8. Datang ke bank BNI
    Setelah proses selesai, nantinya kita akan mendapatkan Tanda Terima Permohonan dan Slip pembayaran untuk membayar e-passpor melalui Bank BNI (sebesar Rp 655,000) dengan rincian 600.000 rupiah untuk biaya paspor, dan 55.000 rupiah untuk jasa teknis biometri.

    Karena saya waktu itu mengurus E-Paspor ini di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Pusat, maka lokasi Bank BNI sangat dekat dari kantor imigrasi, yaitu persis dibelakangnya – beda gedung dan areal. Silahkan datang kesana dan serahkan slip tersebut ke petugas bank nya dan biaya administratif sebesar 5,000 rupiah

    Ohya, sampai proses ini kita sudah boleh pulang. Total untuk saya hanya memakan waktu sampai pukul setengah 10 saja lho (waktu itu saya urutan wawancara ke 5). Maka dari itu penting sekali untuk datang benar-benar cepat karena semakin lama datang maka akan semakin menghabiskan waktu antrian di sesi wawancara. Apalagi untuk yang masih ada agenda lain seperti bekerja atau kuliah akan rugi waktu sekali jatuhnya.
    .

  9. Pengambilan paspor
    Urusan membayar sudah selesai. Simpan bukti pembayaran dari bank baik-baik dan datang lagi 4 hari kerja kemudian ke kantor imigrasi untuk pengambilan paspor. Saya mendaftar di hari senin, seharusnya hari Jumat sudah bisa diambil. Namun karena hari Jumat bertepatan dengan libur tahun baru, jadi saya baru bisa mengambilnya senin depannya. Perlu diperhatikan bahwa jika kita¬†tidak mengambil E-Paspor lebih dari 30 hari sejak melakukan pembayaran, maka paspor akan dinyatakan hangus dan tidak dapat diambil. ūüė¶
    Untuk mengambilnya sendiri bisa langsung naik ke lantai dua dan datangi loket pengambilan paspor untuk mendapatkan antrian. Tidak lama kemudian (sekitar 20 menit), nama kita akan dipanggil dan paspor baru kita selesai dan siap dibawa pulang, Hore! Jangan lupa untuk menandatangani paspor baru di halaman belakang ya.

    Post_epaspor_2

    Beda passport biasa vs passport electronic via: Ibu muda bijak

See? membuat e-passport dan berurusan dengan pemerintahan tidak melulu susah dan ribet sesuai dengan stereotype yang kita terima selama ini. Menurut saya, kinerja pegawai imigrasi khususnya di kantor imigrasi Jakarta Pusat ini sungguh professional dan tanggap. Jadi jangan takut mengurus sendiri e-passport kita.

Semoga bermanfaat ūüôā

 

Advertisements

58 thoughts on “Ngurus E-paspor gampang kok! (via Kantor Imigrasi Jakarta Pusat)

  1. permisi mbak mo nanya , saya mo buat paspor tapi males buat surat keterangan sudah bekerja dari atasan kan itu opsional nanti pas ditanya sama petugas imigrasi jawabnya apa ya? terima kasih

    • Ini paspor biasa kan ya? Dan udah sempat ngurus pemasukkan data sebelumnya kan? Kalau gtu dateng aja langsung ke kantor pagi jam 8-9 an supaya ga banyak antrian.

      Yang strict itu memang antrian e-paspor karena ada kuota nya.

  2. hai mba aku mau nanya, aku kan mau bikin passport dari awal. tapi aku coba online gak bisa juga. emang kalo dateng langsung ke imigrasinya bisa langsung kelar sehari atau harus beberapa kali bolak balik?

    • Dua kali bolak balik aja sih mbak. Satu harian penuh untuk proses bikinnya (daftar, ambil foto, wawancara, cap, ttd, bayar). Satu harinya tinggal mengambil paspor yang sudah selesai (nanti biasanya dikabari petugas kapan waktunya)

      • Hallo mba mau tanya saya kn rencana mau bikin e-pasport,trus kn ada syarat utuk surat rekomendasi dri perusahaan terus gmna klo saya gk bekerja di perusahaan kira2 bisa gk ya untuk bikin e pasport nya? Dan saya juga bukan asli jakarta apakah harus bikin domisili dulu…?
        Terimakasih

      • Halo Mbak. Tetep bisa kok insya Allah, karena surat rekomendasi atasan itu sifatnya opsional jadi gapapa ga disertakan. Bilang aja concern mbak bahwa mbak bukan bekerja di perusahaan jadi ga ada surat tsb.
        Kalau masalah keterangan domisili juga ga perlu kok dibuat kok. Langsung dteng aja bawa KTP dan dokumen2 utama lain (KK dll).
        Semoga lancar mbak bikin e paspor nya

  3. Permisi mbak. Saya rencana mau buat e paspor. Untuk surat rekomendasinya apakah harus ada? Saya kerja Freelanc mbak.tidak terikat maksudnya. Apakah tanpa surat rekomendasi masih bisa?terimaksih

    • Hai Mbak. Bisa kok tanpa surat rekomendasi atasan karena dia cuma opsional (disarankan tapi ga diwajibkan). Nanti kalau ditanya petugas, bilang aja mbak nya freelancer jadi tidak dapat surat tsb. Petugasnya bakal ngerti. =)

  4. Hi mba, mau nanya, paspor saya kan masih yang biasa dan tidak sampai 2 tahun lagi habis masa berlakunya. Kalau seandainya kita buat e-paspor apakah masa berlakunya tetap mengikuti paspor yang lama atau diperbarui untuk 5 tahun kedepan? Terima kasih.

  5. maaf mba mau tanya…passport saya baru banget,bikin baru bln desember kemaren…emang bisa mengajukan untuk ganti jadi e passport?

    thx y mba

      • ouw begitu mba…syaratnya sama aja seperti bikin paspor baru kan?
        sama satu lg mba…boleh minta contoh surat keterangan kenapa mau ganti jadi e paspor g?
        terima kasih sebelumnya

      • Iyaa sama kok mbak.

        Nah kalau contoh surat keterangan nya maaf ya mbak waktu itu saya ga sempat foto dan kurang ingat juga karena sudah setahun lalu mengurusnya. Tapi seingat saya, saya cuma menulis surat keterangan biasa.

        Yang bertanda tangan di bawah ini: nama, ktp, TTL. Lalu tulis ingin mengganti paspor lama biasa no xxxx ke e paspor, dan alasan kenapa mau ganti.
        Format surat keterangan dulu aku search di mbah google. Dan nanti cukup di tulis tangan di kertas A4.

        Semoga bisa membantu mbak =)

  6. halo, makasih infonya soal e-passport ini ya kak ^^
    sebenernya aku udh punya e-passport, tapi aku gak menandatangani di halaman belakang nya, kira2 untuk pengajuan visa, itu bakal jd hal yg bermasalah gak ya?

  7. hallo mba, thankyou banget penjelesannya ngebantu banget buat passport.. mau tanya donk, karena keknya sekarang beda ya, kemarin dibilang 2 minggu baru bisa diambil passportnya, itu ada notif dari imigrasinya ga sih? terus bisa ambil passport dari jam berapa ya? makasih banget sekali lagi

    • Sama sama mbak.
      Wah. Saya baru tau ada perubahan. Terima kasih mbak atas update nya.
      Berarti dihitung aja mbak 2 minggu dari hari mengurus hari apa, dan datang aja langsung ke sana 2 minggu hari kerja kemudian. Kalau bingung, pastikan sama petugasnya kapan bisa diambil (tanggal berapa lebih tepatnya).
      Soalnya ya kita ga dapat notifikasi nya mbak. Langsung ngambil dan dateng lagi kesana.

      Dulu aku langsung dateng ke kantor imigrasi sekitar jam 9 an kok mbak. Alhamdulillah sesuai dengan apa yang dijanjikan (sudah siap paspornya)

  8. Tulisannya sangat menarik, lengkap dan rapih mba.
    klo boleh ada 2 pertanyaan yg mau saya tanyakan,
    1. klo untuk format surat keterangan mengapa ingin mengganti paspor biasa ke e-paspor itu bagaimana yah?
    2. Pada saat pengambilan e-Paspor apakah saya harus datang pagi juga atau tidak perlu?

    Terima kasih sebelumnya.

    • 1. Kebetulan saya ga mendokumentasikan arsip suratnya. Tapi saya pake surat keterangan biasa.
      Contoh:
      Yang bernama di bawah ini : (nama, no ktp, TTL ) ingin mengganti paspor bernomor xxx dengan masa berlaku xxx menjadi e paspor dengan alasan xxx.

      Lebih lengkap nya bisa dicari mbah google.

      2. Kalau dulu ga perlu pagi pagi datang nya saat pengambilan paspor. Sekitar jam 9 an atau lebih juga boleh

  9. mba, maaf numpang tny, mgkn tau, klo paspor belum pernah dipakai sampai expired dan hilang ngurusnya susah ga ya? dan kena penangguhan ga ya?

    • Hai mbak dewi

      Kebetulan saya pernah punya pengalaman yang sama. Paspor saya belum pernah dipakai dan masih ada sekitar 3 tahun lagi masa berlakunya. Trus paspor saya hilang.
      Jujur, di tempat saya (Banda Aceh) cukup complicated mengurus paspor yang hilang karena urusannya menyangkut imigrasi ke luar dkk. Saya banyak di interview di kantor imigrasi tentang kenapa paspor hilang, dkk. Pada akhirnya saya juga belum bisa mengganti paspor hilang sebelum masa berlaku paspor hampir habis dan harus membayar pinalti dulu saat mengurus paspor baru 2.5 tahun kemudian.

      Tapi mungkin di kantor imigrasi lain bisa beda mekanismenya:)

  10. Hi mbak mil,saya rencana mau urus e passport ,saya di Medan,apa perlu surat dari kelurahan kalau kita berdomisi di Medan? Dan apakah bisa menambahkan nama keluarga soalnya passport lama ga ada di buat karena ikut izajah ,makanya mau Samain Ama akte lahir Dan bagus nya di Jakarta apa ngurus nya biar cepat selesai ? Thanks

    • Ga perlu kok surat domisili. Kalau mau ditambahkan nama keluarga juga bisa bisa aja sambil bawa KK akte KTP.
      Kayaknya untuk di jakarta semua kantor imigrasi nya udah pada bagus. Kalau saya dulu di jakarta pusat dan sangat cepat dan nyaman. =)

  11. Wah…infonya brmanfaat sekali bagi sy yg baru pertama mau ngurus e passport. Sy rencana mau bikin e passport untuk 3 org sekaligus… saya, anak sy 5th dan anak sy yg 8th. Pertanyaa nya:
    1. Apakah hrs ngambil 3 nomor antrian sekaligus? Atau 1 nomor bisa untuk brtiga?
    2. Apakah berkas per orang nya harus dibedakan? Dan apa saja yg harus disiapkan.
    Terimakasih banyak sebelumnya mbak ūüôā

    • Wah senang kalau bisa bermanfaat buat ibu.
      Untuk pertanyaan ibu :
      1. Ambil nomor antriannya 3 sekaligus aja bu. Tapi tetap dampingi anak2 saat wawancara. Karena setiap org 1 antrian
      2. Sebaiknya iya bu supaya mudah ketiga petugas mengecek. Cukup siapkan KTP orang tua, KK , akte anak.

  12. malam mba,
    sy mau ngurus perpanjangan pasport sy yg memang sdh abis masa berlakunya ke e-pasport tp blm e-ktp ato masi ktp yg lama (e-ktp masi dlm pengurusan). apa masi bs ngurus e-pasport ato nga yh? soale yg sy dgr klo bikin e-pasport musti pake e-ktp.
    makasi

    • Mbak Lina
      Mohon maaf mbak saya kurang tahu update e passpor yang sekarang seperti apa. Tapi akhir tahun 2015 saya mengurus e passport dengan menggunakan KTP biasa kok mba.
      Semoga masih bisa yaa

  13. Assalamu’alaikum mbak mau bertanya, untuk proses pengambilan e-passport ny bisa diwakilkan nggak? Atau harus di ambil sendiri?

  14. hi mba. maaf saya mau tanya.
    dalam hal ini KTP saya belum jadi jadi (saya sudah mengurusnya 1 tahun yg lalu), saya hanya diberikan surat keterangan saja dari dinas kependudukan dan catatan sipil bekasi. apakah itu bisa untuk mengajukan e-paspor?

  15. Pagi Mbak,

    Terima kasih atas tulisannya. Membantu sekali. Pertanyaan saya: bila kita mengganti paspor lama menjadi paspor biometrik, paspor lamanya akan dikembalikan ke kita kan? Masalahnya saya punya student visa di paspor yg lama. Bila nggak dikembalikan, nanti saya harus bikin visa baru.

    Terima kasih.

  16. mbak saya mau tanya, saya kan ga punya ktp jakarta, apa perlu pakai surat pengantar dari RT yang menyatakan kalau tinggal kost di jakarta?di surat rekomendasi kerja sudah saya cantumkan alamat kost saya sih

  17. Infonya bermanfaat sekali mba ūüôā
    Kebetulan saya juga ingin mengganti paspor biasa saya yang baru setahun, menjadi e-paspor dengan tujuan yang sama biar lebih mudah untuk ke Jepang.

    Untuk ijazah itu ijazah S1 atau ijazah SMA yah?

    Dan apakah mba masih punya info, pembuatan e-paspor di jakarta pusat apakah masih tetap memakan waktu 4 hari kerja?

    Thanks.

  18. Hi Mbak,, saya mau ngobrol2 soal e-passport tolong dibantu… asli saya sudah hopeless menghubungi kantor imigrasi… SEMUA telponnya SELURUH kantor imirasi Jakarta gak ada petugas yang jawab. Lewat Twitter, Instagram.. no respon (padahal baru adminnya online dan posting 2jam sebelumnya). boleh kah kita email2an mbak… thanks bofore

  19. Hello mksih buat postingannya dan sangat membantu .
    Mbak saya mi nanya apa ini benar2 documents harus bawa asli juga krna saya cuman punya fotocopy saja.

  20. Halo.. Saya tertarik membaca artikelnya & kebetulan ada rencana ke Jepang bulan November yad. Yang ingin saya tanya (mungkin bisa bantu).. Bagaimana kalau kita sudah beli tiket ke Jepang dengan menggunakan data paspor yg lama. Apakah akan pengaruh apabila kita ganti paspor menjadi e-paspor? (perubahan nomor mungkin). Sarannya bagaimana, tetap bikin e-paspor atau apply visa biasa dgn paspor lama…? Sebelumnya terima kasih ya… Salam

    • Halo Mbak Diana
      Nah kalau bikin e passpor, memang konsekuensi nya nomor paspor akan berubah total. Kalau sudah pesan tiket ke Jepang, lebih baik apply visa biasa aja Mbak. Takutnya nanti waktu check in kesananya beda data paspor nya dengan yang di booking. Soalnya paspor lama dengan nomor lama nya itu ga dikembalikan ke kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s