Ngurus E-paspor gampang kok! (via Kantor Imigrasi Jakarta Pusat)

Postingan ini hanya sekedar sharing pengalaman saya membuat e-passpor. Take a deep breath dan read slowly karena cukup panjang. Semoga bermanfaat ya šŸ™‚

————

Karena sudah deket-deket bulan Maret untuk keberangkatan liburan ke Negeri Sakura, saya mulai kepikiran untuk mempersiapkan dokumen penting yang harus diurus di masa cuti saya dari desember sampai awal januari. Salah satunya adalah visa kunjungan ke Jepang.

Setelah browsing dan modal nanya keĀ orang-orang, saya jadi tahu bahwa sebenarnya mulai Desember 2014, Jepang sudah memberlakukan bebas visa kunjungan ke Jepang bagi pemilik e-passport (paspor elektronik). Disinilah kegalauan saya timbul (halah): antara mengurus visa Jepang biasa atau visa waiver via paspor elektronik. Setelah menimbang nimbang banyak hal, akhirnya saya memilih opsi kedua karena:

  • Bebas dari keribetan urusan visa
    Saya baca sekilas bahwa untuk mengurus visa Jepang dibutuhkan dokumen pendukung seperti itinerary, print tiket pesawat, bukti hotel yang sudah di booked dll.

    Masalahnya, saya bahkan belum menyiapkan akomodasi apapapun ke Jepangnya. Jadi,Ā there’s no way saya bisa daftar visa dalam masa cuti saya yang akan habis Januari awal ini soalnya masalah akomodasi dkk baru akan saya diskusikan dengan teman teman nanti bulan Januari tengah.

    Bandingkan dengan visa waiver via e-passport yang tidak memerlukan dokumen-dokumen tersebut.Ā Belum lagi ada kemungkinan visa nantinya ditolak. Oleh karena itu jelas opsi e-passport yang saya ambil.

  • I admit it, e-passport is way more cooler than usual passport
    Tentu saja bukan physically cooler, hehe. Tapi lebih ke additional feature dan advantage yang didapat. E-paspor sangat sulit untuk dipalsukan karena memiliki chip yang menyimpan data biometrik si pemilik paspor dan tertanam di dalam paspor tersebut sehingga practically lebih aman dibandingkan paspor biasa. Walaupun sebenernya siapa juga yang akan mau menyamar atau menyalahgunakan paspor saya :p.

    Kerennya lagi, kita tidak perlu antri lagi di pintu pemeriksaan imigrasi bandara (khususnya di Jakarta dan Bali), karena ada auto-gate untuk menscan e-paspor. Jadi kita tidak perlu melewati proses pemeriksaan manual dari petugas bandara Indonesia. This truly saves the time in immigration post for anyone who spends a lot of times going abroad.Ā 

  • Buat yang sudah ada paspor lama, tidak perlu menunggu sampai masa berlakunya habis
    Real case nya saya sendiri kok. Saya baru saja memperpanjang paspor biasa di awal tahun 2015 untukĀ berlaku sampai tahun 2020, tapi tetap masih bisa mengajukan permohonan e-paspor. Jatuhnya seperti buat baru nantinya, bukan memperpanjang paspor. Jadi ga perlu menunggu paspor sampai 6 bulan sebelum masa berlaku usai.
    .
  • Semoga ga cuma Jepang yang memberlakukan bebas visa untuk pengguna e-paspor
    Yang ini mah masih sebatas angan angan aja sih. Tapi who knows kan beberapa tahun mendatang negara seperti Korea, Hongkong dkk menyusul seperti Jepang. Amiin šŸ™‚

Continue reading

Advertisements