Sudah 9 tahun, Tsunami Aceh

Rasanya waktu berlalu begitu cepat, Sudah 9 tahun sejak Bencana Terbesar melanda Bumi Aceh tercinta, Kota kelahiran saya.

Rasanya baru kemarin saya masih berpakaian kuning berjilbab putih, bersiap berangkat menuju mesjid Raya untuk mengaji

Rasanya baru kemarin saya merasakan guncangan hebat 9.2 SR

Rasanya baru kemarin saya berlari dengan kepanikan luar biasa bersama keluarga dan warga sekitar ketika seseorang tukang pos mengatakan “i laot ka ek” (arti : air laut telah naik)

Rasanya baru kemarin saya saksikan betapa air laut yang selama ini saya lihat sangat tenang mampu berubah membinasakan dan memporak porandakan kami semua. Air itu seperti menumpahkan segala kemarahan. Diterjang dan Ditelan semua yang ditemui baik rumah, sekolah, mobil apalagi kami, manusia yang lemah tiada apanya.

Rasanya baru kemarin Allah memutuskan untuk akhirnya mengambil mama dan nia ke sisiNya. Ikhlas adalah saat mengetahui Nia pergi dalam keadaan masih di bawah umur dan mama sempat sering sekali mengucap kalimat Allah sebelum meninggalkan kami. Semoga Allah mengampuni seluruh dosa mereka. Amiin

Image

Untuk seluruh warga Aceh, Tsunami Aceh memang menjadi catatan Pahit negeri ini. Tapi jangan terus meratapi dengan kesedihan. Bangkit dan maju demi kemajuan Aceh.